Return to site

4 Skill Komunikasi Efektif Untuk Sales

Pendekatan lebih efektif dengan skill komunikasi yang baik

· Tips Sales

Karena seni dalam penjualan sangat bergantung pada pertukaran informasi persuasif dan terpercaya, salesperson harus menjadi komunikator yang efektif dengan prospek maupun pelanggan. Komunikasi yang bagus bukan hanya karena apa yang disampaikan, tapi bagaimana cara menyampaikan, retorika, informasi dan bahasa tubuh dapat mendorong hubungan. Ketika salesperson berhasil meningkatkan keterampilan berkomunikasi ke tingkat yang lebih profesional, mereka dapat meningkatkan penjualan dan menjaga hubungan dengan prospek.

Apa saja skill komunikasi efektif yang harus dimiliki oleh salespeople?

1. Mendengarkan

Ketika Anda bertemu dengan prospek, Anda harus ingat bahwa ada dua pihak yang akan bertukar pikiran. Tetapi, yang paling penting bukanlah ketika Anda berbicara, akan tetapi sebaliknya. Dimana, ketika prospek/pelanggan berbicara Anda harus mempersiapkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka. Jangan pernah memotong pembicaraan mereka agar kepercayaannya semakin meningkat kepada Anda. Mendengarkan juga dapat membantu Anda memahami keinginan prospek. Sehingga akan lebih mudah bagi Anda memberikan produk sesuai dengan keinginan prospek.

2. Fokus pada solusi

Dalam pelatihan penjualan modern, salesperson tidak lagi diajarkan untuk melakukan penjualan dengan memperhatikan nilai penjualan saja. Tetapi, mereka diajarkan untuk berkomunikasi untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan. Cara ini terbukti lebih efektif untuk menemukan titik masalah yang dihadapi pelanggan. Sehingga salesperson dapat lebih fokus pada solusi yang akan diberikan kepada prospek dan mulai menjadikan solusi tersebut sebagai salah satu materi komunikasi untuk menarik kepercayaan pelanggan.

3. Mengawali, menyapa dan mengakhiri dengan baik dan benar.

Apakah Anda yakin prospek ini akan melakukan pembelian atau tidak, Anda harus tetap memberikan sikap hangat kepada prospek tersebut. Tidak ada alasan untuk tidak memberikan perlakuan yang baik untuk mereka yang tidak jadi membeli produk Anda. Karena, ketika Anda tetap memberikan pelayanan yang baik meskipun prospek tidak melakukan pembelian, sikap Anda ingin akan mudah diingat dan menjadi jalan untuk mengghubungi Anda di masa yang akan datang.

4. Membaca bahasa tubuh

Salesperson akan lebih mudah menentukan apakah akan melanjutkan proses atau tidak dengan pemahaman bahasa tubuh prospek. Menafsirkan berapa lama pelanggan melakukan kontak mata yang tidak mengarah pada Anda saat presentasi, besar kecilnya pupil yang dapat mencerminkan ketertarikan serta bahasa-bahasa tubuh lainnya.

Dengan memahami empat keahlian komunikasi ini, upaya penjualan yang Anda lakukan akan lebih mudah dicapai. Anda tidak perlu membuang banyak waktu untuk mengejar prospek-prospek yang tidak memiliki potensi melakukan pembelian.

Ilustrasi (c) Unsplash.com