Return to site

Mengapa Prospek Tidak Bisa Langsung Percaya Pada Sales/Produk?

Mengubah pola pikir prospek saat melakukan pertemuan pertama kali

· Tips Sales

Kepercayaan dari seorang pelanggan tidak bisa didapatkan salesperson dalam waktu yang cepat. Begitu juga dengan produk yang akan mereka beli. Ada banyak pertimbangan yang harus diambil sebelum mengambil keputusan untuk melakukan pembelian.

 

Terlepas dari masalah pertimbangan tersebut, ada satu hal yang paling sering dihadapi oleh salesperson maupun produk. Dimana prospek menilai Anda maupun produk dari luar atau yang lebih sering kita temui dalam peribahasa “menilai buku dari cover”. Hal seperti ini akan terus menjadi persoalan serius yang harus bisa dikuasai oleh salesperson.

 

Karena, sampai kapanpun prospek akan memiliki pola pikir seperti itu jika menemukan produk baru atau saat berhadapan dengan sales pertama kali. Jika sales tidak bisa menguasai prospek, tentu cara pikir mereka tidak akan berubah. Sebaik apapun layanan/produk Anda, mereka akan menilai sama yakni tidak berkualitas.

 

Perlu pengenalan yang lebih intens dari sales agar pola pikir mereka berubah. Pendekatan demi pendekatan harus terus dilakukan oleh salesperson untuk menarik perhatian pelanggan. Dari yang awalnya hanya menilai dari luar, menjadi lebih mengenal bagian dalam dari Anda maupun produk/layanan yang ditawarkan.

 

Ada dua hal yang harus dikuasai agar prospek tidak salah menilai Anda hingga mereka yang awalnya enggan  dapat memberikan kepercayaan.

 

1. Menjalin komunikasi yang baik

Kepercayaan seorang prospek akan tumbuh ketika salesperson menjaga komunikasi dua arah yang baik. Bangunlah hubungan sejak pertama kali Anda melakukan pertemuan/penawaran dengan prospek.

 

2. Testimoni atau studi kasus

Testimoni dari orang-orang yang prospek kenal akan memudahkan mereka untuk percaya kepada Anda. Contohnya sederhana, ketika prospek mendapat rekomendasi dari rekan/saudara mereka dapat percaya pada sales maupun produk dengan mudah. Alasannya adalah dia dan rekan/saudaranya telah memiliki komunikasi yang lebih dari cukup. Sehingga apapun yang ditawarkan oleh mereka (rekan/saudara) akan menjadi testimoni yang luar biasa untuk prospek tersebut. Karena mereka percaya bahwa testimoni yang diberikan dan mengartikan bahwa produk/layanan yang ditawarkan memang sesuai dengan kebutuhannya.

 

Kesimpulan:

Timbulnya rasa tidak percaya dari prospek adalah merupakan kesalahpahaman atau gagalnya mereka menilai Anda pada saat melihat pertama kali. Untuk mengubah kondisi tersebut, komunikasi adalah yang paling penting untuk meluruskan kesalahapahaman tersebut.

Ilustrasi (c) Pixabay.com