Return to site

Bagaimana Sikap Sales Untuk Mengambil Keputusan Dengan Bijak?

Bijak dalam menghadapi prospek yang "banyak maunya"

· Tips Sales

Mampu mengambil keputusan sendiri merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh seorang sales. Jika Anda hanya menjadi orang yang mengikuti cara orang lain dalam mengambil keputusan tentu ini akan menjadi kerugian yang sangat besar untuk diri Anda sendiri. Sebagai contoh, perusahaan memberikan keleluasaan kepada Anda untuk memberikan potongan harga sebesar 10% kepada prospek yang akan melakukan pembelian. Karena Anda tidak yakin dengan kemampuan dalam mempertahankan harga, akhirnya Anda pun mengikuti kemauan prospek yang meminta potongan harga untuk mencapai penjualan.

Sekilas, Anda memang tidak salah dalam mengambil keputusan tersebut karena perusahaan sudah memberikan izin kepada Anda untuk mengurangi harga maksimal 10% kepada prospek. Tetapi, kesediaan Anda dalam memberikan potongan tersebut menjadi bukti bahwa Anda sudah mengikuti keputusan prospek yang akan melakukan pembelian jika Anda memberikan potongan.

Lain halnya jika Anda memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri. Sekali pun perusahaan sudah memberikan izin pemotongan harga, Anda akan tetap mempertahankan harga normal yang sudah ditetapkan tanpa memberikan potongan kepada prospek. Sedangkan untuk menjaga peluang prospek tetap bertahan dalam proses, Anda pun memberikan opsi lain seperti metode bundling produk untuk mendapatkan diskon atau untuk pembelian jumlah tertentu. Jika Anda berhasil, berarti keputusan Anda untuk mempertahankan harga merupakan keputusan yang tepat dan menguntungkan bagi perusahaan, pelanggan dan Anda secara pribadi.

Bagaimana agar Anda mampu meningkatkan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan bijak?

Ada dua poin penting yang harus Anda miliki jika ingin menjadi seorang pengambil keputusan yang baik.

  • Tidak bersikap berlebihan dalam mengambil keputusan
    Meskipun Anda sudah dianggap mampu untuk mengambil keputusan sendiri, itu bukan berarti setiap tindakan harus Anda putuskan tanpa saran dari orang lain. Sebelum Anda mengambil keputusan untuk meneruskan proses atau menutup proses, tanyakan pada orang-orang sekitar Anda yang memiliki kemampuan menganalisa yang baik terkait usaha Anda dengan prospek tersebut.
  • Lihat sisi lain dari prospek
    Jika Anda melihat ada prospek yang begitu berminat dengan produk yang Anda miliki, cobalah untuk melihat sisi lain yang bisa Anda temukan dari prospek. Apakah ada peluang untuk kerjasama jangka panjang atau hanya berpotensi untuk melakukan pembelian sekali saja. Teliti sebelum mengambil keputusan, lihat dan pertimbangkan sisi lain tersebut untuk Anda jadikan acuan dalam mengambil keputusan di masa depan.

Ilustrasi (c) Unsplash.com