Return to site

Cara Agar Cold Calling Anda Efektif Untuk Menarik Minat Prospek

Efektivitas cold calling di tentukan oleh salesperson

Melakukan penawaran melalui telepon sangat tidak mudah. Bahkan, tidak sedikit dari salesperson maupun marketer mengatakan cold calling sudah tidak efektif untuk menawarkan produk karena mereka gagal menjalankan strategi ini. Sehingga, banyak dari salesperson dan marketer enggan melakukan cara ini sebagai bagian dari proses penjualannya. Padahal, jika dilakukan dengan cara yabg benar, cold calling dapat menciptakan lead yang lebih tertarget dan memiliki peluang lebih baik untuk menjalin hubungan.

Jika Anda menganggap cold calling sudah tidak efektif, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjadikan cold calling lebih efektif.

1. Melakukan pendekatan saat Anda memiliki event produk Anda.

Cobalah untuk menghubungi target Anda beberapa hari sebelum event yang Anda ikuti diselenggarakan. Apakah pameran atau launching produk baru. Dengan cara ini, target Anda lebih yakin bahwa telepon yang Anda lakukan bukan secara acak. Jika event Anda adalah peluncuran produk baru, katakan pada target Anda, bahwa event Anda tersebut hanya untuk orang-orang terpilih yang dihubungi melalui telepon.

2. Memberikan undangan untuk acara tertentu

Tidak jauh berbeda dengan menghubungi prospek saat event, Anda dapat membuat undangan kepada target saat Anda memiliki acara khusus seperti undangan untuk seminar atau acara anniversary perusahaan. Dengan cara ini, mereka akan lebih tertarik untuk datang ke perusahaan Anda dibandingkan dengan menelpon untuk menawarkan produk secara langsung.

3. Melakukan riset sebelum menghubungi target

Seorang prospek menerima banyak panggilan dari sales yang mencoba melakukan cold calling seperti Anda. Diantara mereka juga pasti ada yang melakukan panggilan dengan langsung menawarkan produk. Hal ini membuat sales berbicara lebih banyak dibandingkan target, yang pada akhirnya target akan berhenti mendengarkan dan yang terburuk adalah menghentikan pembicaraan atau menutup panggilan. Oleh karena itu, sebelum Anda melakukan panggilan, lakukan riset dan mencari tahu masalah yang dihadapi oleh prospek Anda. Kemudian, jika Anda berhasil menemukan titik masalah yang mereka hadapi, katakan kepada mereka, Anda memiliki waktu lebih untuk mendengarkan keluhan yang ia alami.

4. Jangan langsung menawarkan produk

Pada poin ini sudah kami singgung pada poin #3, Anda pun pasti sudah sangat paham dengan maksud poin ini. Hanya sebagai pengingat untuk Anda, melakukan cold calling harus mengutamakan target. Jadi, kurangi intensitas bicara Anda dan utamakan untuk mendengarkan keluhan mereka.

Ilustrasi (c) Unsplash.com