Return to site

Optimisme & Harapan Bagi Salesperson, Mana Yang Harus Didahulukan?

Anda adalah sales optimis atau sales yang selalu berharap?

· Tips Sales

Banyak yang salah dalam mengartikan sebuah harapan dan optimisme merupakan dua hal yang tidak jauh berbeda. Namun, pada kenyataannya, keduanya memiliki arti yang sangat berbeda. Terlebih lagi bagi salesperson, mereka harus benar-benar bisa membedakan keduanya agar tidak terjebak dalam kondisi dimana ia hanya bekerja di bawah harapan.

Untuk membedakan keduanya, berikut adalah arti dari harapan dan optimisme bagi salesperson dan seperti apa efek untuk dirinya.

Harapan

Harapan adalah sebuah keinginan terhadap suatu tujuan yang dimiliki oleh salesperson. Harapan ini bisa berupa lead berkualitas yang banyak, penjualan yang baik dan sebagainya. Namun, lead maupun penjualan tersebut hanya sebatas keinginan. Yang artinya, tidak ada tindakan di dalamnya yang dilakukan oleh salesperson untuk mendapatkannya.

Harapan adalah tindakan pasif yang harus dijauhi oleh salesperson karena itu hanya akan membuat sales tersebut menunggu. Ibaratnya, Anda mengharapkan menang undian yang Anda ikuti. Untuk mengetahui apakah Anda akan menang atau tidak, satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan hanyalah menunggu. Anda tidak dapat mengambil tindakan untuk bisa memenangkannya.

Optimisme

Optimisme merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai tujuan yang sudah mereka tetapkan. Berbeda dengan harapan, optimisme disini akan memberikan efek positif bagi kepribadian salesperson. Karena optimisme adalah tindakan aktif, ia akan terus melakukan yang terbaik agar bisa mencapai tujuan-tujuan yang ia inginkan.

Optimisme merupakan kepercayaan diri Anda untuk dapat berhasil pada tiap pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda. Contoh, jika Anda ingin menjual lebih banyak, tentu Anda akan mencoba menghubungi pelanggan entah melalui telepon, email atau media-media lainnya. Ketika prospek sudah mengajak meeting beberapa kali, tiba-tiba mengajak meeting lagi, Anda tetap menerima ajakan prospek karena ada rasa optimis dari diri Anda untuk mencapai keberhasilan.

Harapan atau optimisme, mana yang harus didahulukan oleh seorang sales?

Harapan memang perlu, tetapi jangan menjadikan harapan sebagai bagian dari pekerjaan Anda. Ubah sikap Anda yang hanya menunggu dengan sebuah tindakan. Yang artinya, Anda harus lebih optimis dalam bekerja untuk menjual, untuk pendekatan dan lain sebagainya yang menjadi proses penjualan. Perbanyak bertindak dan kurangi menunggu, itulah inti yang harus Anda tanamkan dalam diri mulai sekarang. Sehingga setiap pekerjaan yang Anda lakukan akan selalu bertindak dengan lebih cepat, efisien dan tepat waktu.

Ilustrasi (c) Unsplash.com