Return to site

Tips Untuk Mengidentifikasi Target Prospek

Jangan asal memilih prospek, pilihlah yang sesuai kebutuhan!

· Tips Sales

Banyak perusahaan yang menghabiskan banyak uang mereka untuk mulai mengindentifikasi, mencari, segmentasi dan menargetkan pelanggan. Namun, cara yang mereka lakukan sering kali tidak sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sehingga anggaran yang digunakan untuk tujuan tersebut pun terbuang sia-sia. Mereka lupa, bahwa uang bukan segalanya untuk mendapatkan pelanggan sesuai yang mereka harapkan, namun strategi untuk mencapai semua dengan cara yang tepat dan efektif adalah segalanya. Anda bisa mendapatkan pelanggan besar dengan ROI dua kali lipat dari anggaran, karena memang bukanlah hal yang mustahil jika melakukan proses dengan benar. Strategi apa saja yang harus Anda lakukan untuk mengidentifikasi pelanggan dengan cara yang lebih maksimal tersebut? Berikut tipsnya untuk Anda!

1. Meningkatkan rekomendasi atau referral

Sebelum Anda mulai mengeluarkan biaya yang besar untuk menargetkan pelanggan, cobalah untuk mengembangkan loyalitas pelanggan-pelanggan Anda dengan tujuan memperbesar potensi untuk meningkatkan rekomendasi atau referral dari mereka. Mengapa rekomendasi itu penting? Karena dengan rekomendasi pelanggan lama, calon prospek tersebut akan lebih percaya dengan cepat. Kedekatan pelanggan dengan orang yang akan diajaknya inilah yang akan berhasil mencapai penjualan dan juga prospek berkualitas untuk Anda.

2. Advertiaing digital & konvensional tertarget

Anda ingin meningkatkan penjualan dan ingin lebih mudah untuk mendapatkan prospek, maka jalankanlah strategi advertising digital dan konvensional tertarget. Jika ingin beriklan di TV, Anda tidak perlu mengiklankan di semua stasiun TV. Cukup pilih satu acara TV yang sesuai dengan core produk/layanan Anda, ini sudah lebih dari cukup untuk meningkatkan potensi penjualan. Digital advertising pun demikian, Anda perlu memastikan sosial media maupun website yang memiliki pengunjung yang sesuai dengan bisnis dan produk/layanan Anda.

3. Cold calling berdasarkan profil

Jangan semua orang Anda hubungi untuk dijadikan target cold calling. Tetapi, fokuskan pada kesesuaian profil target dengan produk Anda. Jika semua Anda tawari produk, sudah pasti akan lebih banyak prospek yang tidak setuju dengan penawaran Anda. Alih-alih ingin menambah kontak prospek, Anda hanya akan menemukan lebih banyak orang yang melakukan penolakan.

4. Kenali pelanggan Anda dengan sistem CRM

Pelanggan-pelanggan yang Anda miliki saat ini dapat memberikan informasi penting mengenai siapa yang pantas Anda jadikan target. Dengan implementasi CRM, Anda akan lebih mudah untuk mengetahui, menganalisa dan personalisasi target pelanggan berdasarkan data. Tentu, keberhasilan Anda dalam menganalisa pelanggan inilah yang paling penting. Jika kualitas data pada CRM tidak berkualitas, hasil analisa Anda juga kurang akurat.

Nah itulah cara untuk mengidentifikasi target pelanggan yang efektif dari kami. Jika ada hal lain yang menurut Anda sesuai dengan topik kami kali ini, silakan bagikan saran Anda pada form komentar di bawah ini.

Ilustrasi (c) Unsplash.com